Terobosan Dalam Pengobatan Leukemia: Memprogram Ulang Sel-Sel Penyakit
KESEHATAN
La Ode Joi, SKM
12/24/20252 min read
Leukemia, salah satu bentuk kanker darah, telah menjadi tantangan besar bagi dunia medis selama beberapa dekade. Namun, dengan kemajuan teknologi dan penelitian terbaru, para ilmuwan telah menemukan terobosan dalam pengobatan leukemia yang menjanjikan, yaitu memprogram ulang sel-sel leukemia agar bisa menghancurkan diri mereka sendiri. Metode ini tidak hanya menawarkan harapan baru bagi pasien, tetapi juga memungkinkan pendekatan yang lebih personal dalam pengobatan kanker.
Pemrograman ulang sel leukemia mencakup penggunaan teknik inovatif, seperti terapi gen, yang memungkinkan dokter untuk menargetkan dan memodifikasi genetik sel kanker. Dalam proses ini, sel-sel leukemia dikenali dan sistem kekebalan tubuh dipicu untuk menyerang dan menghancurkan sel-sel tersebut. Pendekatan ini bertujuan untuk membuat sel kanker "mengaktifkan" proses nekroptosis, yaitu suatu bentuk kematian sel inflamasi.
Dalam sebuah terobosan besar, para ilmuwan di Institut Pasteur telah mengembangkan terapi yang memaksa sel leukemia untuk menghancurkan diri sendiri dan memberi sinyal kepada sistem kekebalan tubuh untuk memusnahkan sisanya. Tim tersebut menargetkan leukemia sel B ganas dengan kombinasi tiga obat yang memprogram ulang sel kanker untuk mengalami nekroptosis, suatu bentuk kematian sel inflamasi. Berbeda dengan kematian apoptosis yang terjadi secara diam-diam, nekroptosis menciptakan alarm imun, yang memicu pertahanan tubuh.
Dengan menggunakan pencitraan waktu nyata, para peneliti mengamati sel-sel imun menyerbu kanker, yang menyebabkan penghapusan tumor total dalam model laboratorium. Tantangannya adalah kanker sel B biasanya kekurangan protein kunci, MLKL (Mixed Lineage Kinase Domain-Like) atau salah satu bentuk kematian sel terprogram, yang dibutuhkan untuk nekroptosis. Namun, tim tersebut dengan cerdik mengatasi hal ini dengan menggunakan tiga obat klinis yang sudah ada. Bersama-sama, mereka melewati protein yang hilang dan mengaktifkan kembali jalur nekroptotik. Hasilnya: bukan hanya penyusutan tumor, tetapi juga hilangnya tumor sepenuhnya dalam beberapa model praklinis.
Meskipun uji klinis pada manusia masih akan dilakukan, temuan ini mengisyaratkan jenis terapi kanker baruyang tidak hanya membunuh tumor, tetapi juga melatih sistem kekebalan tubuh untuk ikut serta dalam pertempuran. Dan karena obat-obatan tersebut sudah disetujui, jalan menuju penggunaan di dunia nyata bisa jauh lebih singkat.
sumber : Le Cann, F., et al. (2025). Reprogramming RIPK3-induced cell death in malignant B cells promotes immune-mediated tumor control. Science Advances.


Pelayanan
Kantor kesehatan dasar dengan portal berita terkini.
Kontak dan Email
+6285122562424
© 2025. All rights reserved.
